![]() |
| Komplek Pemakaman "Bujuk cokop" |
Seminggu menjelang acara "Nyadar" (Tradisi ungkapan syukur atas anugerah garam) masyarakat Desa Pinggirpapas Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep melakukan tradisi "Ngangurap". Kata Ngangurap berasal dari bahasa Madura yang berarti mengecat. Tradisi ngangurap adalah membersihkan dan mengecat area pemakaman para wali Allah yang ada di Pinggirpapas.Dalam kegiatan ini warga desa Pingirpapas melakukannya di dua desa yaitu di Pinggirpapas dan Kebundadap karena komplek pemakaman ada di dua lokasi yang berbeda.
Warga yang hadir dalam tradisi ngangurap datang atas keinginan sendiri tanpa merasa diperintah. Ini semua dilakukan karena warga sangat menghormati para wali Allah yang merupakan leluhur warga. Tidak hanya berasal dari Pinggirpapas saja , tetapi dari desa lain yang merasa keturunan orang Pinggirpapas.
Warga yang hadir dalam tradisi ngangurap datang atas keinginan sendiri tanpa merasa diperintah. Ini semua dilakukan karena warga sangat menghormati para wali Allah yang merupakan leluhur warga. Tidak hanya berasal dari Pinggirpapas saja , tetapi dari desa lain yang merasa keturunan orang Pinggirpapas.
Di desa Pinggirpapas masyarakat terkonsentrasi di area pemakaman "Bujuk Cokop". sedangkan di desa Kebundadap di area pemakaman " Bujuk Laok Songai" (Makam Wali Allah di sisi selatan sungai). Dalam tradisi Ngangurap di Bujuk Cokop selalu dihadiri oleh para "Bengaseppoh" (ketua adat Pinggirpapas). Para Bengaseppoh ini duduk dalam satu ruangan yang terpisah dari warga biasa.
Warga biasanya membawa berbagai alat yang dibutuhkan, seperti misalnya kuas untuk alat mengecat. Seluruh dana yang dibutuhkan dalam tradisi ini murni berasal dari "Nak potoh" (warga desa pinggirpapas).Warga mengecat dan membersihkan keseluruhan area pemakaman tanpa terkecuali. Tradisi Ngangurap ini dilakukan sudah ratusan tahun dan turun-temurun. Setiap tahun Ngangurap biasanya dilaksanakan di awal musim kemarau.
Pinggirpapas, 02 Agustus 2014
Warga biasanya membawa berbagai alat yang dibutuhkan, seperti misalnya kuas untuk alat mengecat. Seluruh dana yang dibutuhkan dalam tradisi ini murni berasal dari "Nak potoh" (warga desa pinggirpapas).Warga mengecat dan membersihkan keseluruhan area pemakaman tanpa terkecuali. Tradisi Ngangurap ini dilakukan sudah ratusan tahun dan turun-temurun. Setiap tahun Ngangurap biasanya dilaksanakan di awal musim kemarau.
Pinggirpapas, 02 Agustus 2014




0 komentar:
Posting Komentar